BIDADARIKU


Ada  sembilan rupa Bidadari, ada lima rupa bidadari kayangan,
menghiasi cerita kalbu yang terbias dalam kisah yang tertulis.
Khayalku, kalbuku, sekarang menari bidadari dua rupa.
Melayang, terbang tinggi bagaikan Pombo putih dari Maluku.
Bidadari dua rupa , semula ada satu, dan kemudian hanya tertinggal satu.
Bidadari dua rupa, semula ingin menyatu, dan kemudian akan terpilih menjadi satu.
Bidadari dua rupa semula khayalku, dan kemudian menjadi milikku

» Read More...

Lebih dari sekedar tanda; "TRAP-TRAP"

Mengungkapkan sesuatu yang berarti dari masyarakat negeri Booi, maka dalam posting kali ini saya menampilkan bagi pembaca blog BB, suatu mahakarya dari suatu kelompok masyarakat Maluku yang menata negerinya dengan "trap-trap" (Undak-undak) yang telah terkenal semenjak dahulu di pulau Saparua.


Keunikan negeri Booi, sesungguhnya terletak pada trap-trap, yang tertata rapi bukan hanya pada ruas jalan rayanya saja, tetapi ada di seluruh jalan-jalan setapak yang saling terhubung. Bagi yang belum pernah berkunjung di negeri Booi, beta mencoba memberikan referensi bagi anda sekalian, bahwa pada ruas jalan utama di negeri Booi ada 536 (lima ratus tiga puluh enam) buah trap-trap (undak-undak), yang akan anda temukan.  Mulai dari anda memasuki negeri Booi, sampai anda tiba di ujung negeri Booi bagian pantai.

» Read More...

Ada perigi "MAS" di Booi

             Berbicara "perigi" (sumur), dimana-mana punya bentuk yang sama. Dan fungsi dibangun atau digali sebuah perigi juga punya fungsi yang sama pula. Yaitu sebagai tempat menimbah air, untuk kebutuhan minum atau juga mencuci bagi manusia.

         Kali ini saya ingin memperkenalkan sebuah tradisi di Maluku (Lihat; Maluku Tengah, dan sebagai contohnya di negeri Booi), yang hampir dimiliki oleh semua lapisan masyarakat di Maluku (yaitu setiap masyarakat yang berada di negeri-negeri di pulau Lease). Berangkat dari posting saya kali yang melihat ada keunikan dari perigi (sumur), dan di semua negeri di pulau Lease, tentunya memiliki lebih dari satu perigi (sumur), sehingga untuk menandai setiap perigi tersebut, masyarakat setempat kemudian memberikan nama atasnya.

» Read More...

Nyawa Maluku

Nyawa ale deng beta..
Nyawa katong dua tetap sama, nyawa manusia..
Nyawa ale deng beta..
Nyawa agama katong dua tetap sama, agama  manusia..
Nyawa ale deng beta..
Nyawa Maluku sampe mati,  karena Maluku pung manusia.[sa.95]


» Read More...

Tikang Bia Sageru

         Tikang Bia Sageru atau secara hurufiah berarti "menusuk siput/keong (laut) sageru (nama dari siput ini dalam bahasa daerah Ambon). Entah kenapa, pada saat saya makan masakan ayam kari, buatan tante saya, dan kebetulan danging ayam itu terasa kenyal, sehingga yang terpikirkan oleh saya "mirip daging apa yah???"

        Oh iya saya langsung menemukan jawabannya setelah 5 menit berpikir sejenak, ini dia jawabannya: mirip daging "bia sageru". Nah, mari saya bercerita sedikit bagaimana keunikan mencari siput ini, pada saat orang Maluku melakukan aktivitas Bameti (Klik disini untuk mengerti apa itu "bameti"). 

         Umumnya mencari siput ala orang Maluku beragam caranya pula, tergantung dan disesuaikan dengan karakter siput yang hendak di cari. Ada yang menunggu sampai "Air Meti" atau juga harus menyelam (Mollo; dalam bahasa daerah Ambon) untuk mencari jenis siput-siput tertentu. Khusus untuk mencari bia sageru harus menunggu air surut (Air meti); namun disinilah letak keunikan dalam mencari siput yang satu ini.

» Read More...

Danke Bpk. INTERNET..!!!

Tadi pagi saya baru bertemu dengan teman SMP saya, namanya Iqbal (saya sudah lupa marganya) dan kami ber-chatting ria di Facebook. Yah... walaupun hanya di dunia maya, tapi dari kisah ini otak saya kemudian berputar dengan cepat dan mencoba mengingat kembali siapa-siapa saja teman se SMP saya kala itu, yang mana kami pernah satu sekolah di SMP 1 SAPARUA

Coba saya hitung (sekalian melatih daya ingat saya) dan ingat-ingat kembali;  1). Ruswan Fudil, 2). Hamka Jaffar, 3). Kartoni, 4). Budiyanto, 5). Wa Endang, 6). Wa Marni, 7). Hamdani,  8). Iqbal 9). Vivin (adiknya Budiyanto), 10). Marlina, 11). Eda Ermawati, ah...saya lupa yang lainnya, memori otak saya agak macet (hehehehe) juga nich..!!

Budiyanto dan Vivin seingat saya, mereka sukunya Jawa. Namun yang membuat saya mengingat Budiyanto si kecil dan adiknya, karena ada keunikannya dan sering di suruh oleh pak guru olahraga kami pak PATTIWAEL untuk memimpin barisan apel pagi. Kalau Iqbal, orangnya kelihatan rapi sekali setiap kesekolah, kelihatan anak mami juga (hehehehehe sorry teman, laporan orisinal jadi diungkapin semuanya deh yang saya nilai kala itu). Kalau Hamka, Ruswan, dan Kartoni, biasanya saya lebih senang bermain bola dengan mereka dan ingin menjadi satu grup (dengan ketiganya) kalau diajak main gawang mini di sekolah dulu. Kalau Hamdani, dulu saya pernah ke rumahnya beberapa kali bahkan sempat diajak makan siang sekali dirumahnya; entah dimana dia sekarang, tapi pernah saya menanyakan kabar beritanya dari Ridwan pada satu suatu waktu (dalam pertemuan yang tidak sengaja di pasar Mardika-Ambon), dan katanya, ia (Hamdani) telah menjadi seorang POLISI di kota Daeng. Kalau Wa Endang, saya sering meminjam pena darinya, kalau pena saya macet atau tercecer (hilang); yah walaupun hanya sekali saya dipinjamkan pena oleh Wa Endang, pas waktu tes kecil di lab fisika (sebab bu guru Adjas galak benar kalau menurut saya, jadi untung ada Wa Endang, upss kalau tidak tamat dah riwayat ane). Kalau Marlina dulu sempat mau saya nembak (hehehe belajar main cinta monyet), tapi tidak jadi karena satu dan lain hal. Yah... Indah juga kalau ingat-ingat masa sekolah SMP dulu bersama-sama dengan mereka.

Tapi sangat disayangkan mereka semua tidak sempat lulus bersama dengan kami yang lain dari SMP NEGERI 1 SAPARUA, sebab pada tahun 1999 itu Maluku dilanda konflik, maka kami semua harus terpisah dengan terpaksa, karena teman-teman yang saya sebut diatas beragama Islam. "Waktu memang yang memisahkan kami, tetapi waktu jualah yang mempertemukan kembali"; seakan penggalan kalimat ini ada benarnya, ketika dengan berjalannya waktu saya bisa bertemu dengan Ridwan, dan tentunya Iqbal yang sudah saya add beberapa bulan lalu jadi teman saya di Facebook; bahkan Iqbal tadi dalam chattingnya ia menjanjikan kepada saya, untuk menunggunya di bulan 12 tahun ini, ia akan ke Ambon dan sebisa mungkin akan ada reunian kecil-kecilan bersama teman-teman sekelas dulu (kala itu kami sekelas III.1). INDAH SEKALI nilai pertemanan itu sejenak saya coba merenungkannya kembali.

Setelah terlintas banyak peristiwa di benak saya akan kisah-kisah manis ini, saya mencoba untuk mengarsipkannya dalam posting saya kali ini, seraya mau mengucapkan "DANKE Bpk. INTERNET..!!!" Ibarat saja internet ini seperti person yang bisa di ajak bicara, pasti saya mengucapkan kalimat tadi dengan ikhlas. Sebab bukan hanya sebagai the broker (perantara/penghubung) an sich, tetapi internet dapat membuka ruang bagi saya; dan juga anda sekalian yang paling tidak memiliki kemiripan kisah, seperti yang saya alami sekarang ini untuk melakukan banyak hal yang lebih berarti lagi, pasca melewati masa-masa sulit yang pernah menimpa kita semua di Maluku.

Saya hendak mengajak yang lainnya kalau kemudahan Informasi dan komunikasi lewat beragam media seperti sekarang ini; salah satu contoh anda dan saya yang dengan mudah terhubung langsung dengan Internet, sebaiknya kita memanfaatkannya (Internet) untuk membangun banyak ruang-ruang rekonsiliasi dalam komunikasi secara interaktif. Jika memang ada diantara anda sekalian,  kesulitan dalam membangun ruang-ruang komunikasi di ruang nyata atau off line (karena berbagai macam alasan), cobalah dengan langkah alternatif ini, yaitu anda masih tetap dapat membuka ruang komunikasi yang jujur di dunia maya (on line) dengan bantuan Internet. Agar tanggung jawab kita sebagai generasi Maluku di masa kini, dapat menuju pada tujuan yang sama, yaitu memupuk kembali nilai-nilai persaudaraan kita sebagai orang basudara, dan ini tanggung jawab kita semua yang pernah hidup dan berada di bumi Maluku. 

Sebagaimana yang disebut oleh Wesly Johanes, "Mari perbanyak ruang-ruang yang memungkinkan kita untuk saling berjumpa di atas tanah yang sudah terlalu banyak sekat ini". Fenomena banyak sekat ini mengindikasikan, sangat mungkin kita akan mengulang kesalahan yang sama, kalau yang di yakini sebagai sesuatu yang "benar" yang semestinya kita lakukan sejak dini sebagai manusia-manusia Maluku yang baik dan bertanggung jawab, sering kita abaikan. Semoga anda dapat bermanfaat bagi banyak orang. [sa.95] J.Pattiasina


» Read More...

"Dapa piring jang lupa Talloi"

Berikut ini ada sebuah kisah menarik dan mengingatkan saya kembali kepada kalimat usang yang sering Orang Tatua (dalam konteks Maluku Tengah) sampaikan, bunyinya seperti ini:
"KAL SU DAPA PIRING JANG LUPA TALLOI"

Inilah sebuah kalimat yang sering saya dengar dulu, ketika itu saya masih kental dengan kehidupan di kampung (negeri Booi) saya. Saya mencoba menterjemahkannya secara hurufiah bagi anda sekalian yang menyimak posting saya kali ini; demikian bunyinya "KALAU SUDAH MENDAPAT PIRING JANGAN LUPA TALLOI". Tentunya anda sudah mengerti penggalan kalimat ini (setelah diterjemahkan) secara hurufiah, namun sampai pada kata TALLOI, pasti ada bertanya kembali, apa itu artinya?? (tenang kok pasti saya menjelaskannya, hehehehe).

TALLOI dalam bahasa Ambon hari-hari, yaitu sebutan bagi sebuah piring tradisional yang terbuat dari tanah liat, ya dapat disebut sebagai Piring generasi pertama. Dengan demikian dari kalimat ini, ada terkandung suatu makna yang cukup mendalam sebenarnya. Sebelum saya menjelaskan maknanya dari kalimat diatas, ada suatu kisah nyata yang barusan saya temukan tadi sore, ketika sepulang dari pasar Mardika (salah satu pasar tradisional di Kota Ambon), saya bertemu dengan salah satu relasi dekat saya. Dia kemudian menceritakan kepada saya kalau dia barusan saja pulang dari rumah ibunya karena ibunya jatuh sakit tadi pagi.
Setelah panjang lebar kami bercerita, dapat saya simpulkan jika alasan utama dari ibunya jatuh sakit, dikarenakan sang ibu mengalami guncangan psikis (semacam beban pikiran) karena ada ketidak senangan/ketidak puasan sang ibu dengan sikap dari anak laki-lakinya (saudara laki-laki dari relasi saya), serta menantunya. Begitulah kira-kira saya mencoba menyimpulkan inti permasalahan yang sebenarnya relasi saya ingin sampaikan kepada saya lewat percakapan kami tadi sore.
Kembali ke kalimat di atas, dalam kaitan dengan cerita yang saya sampaikan ini, sebenarnya punya keterkaitan sehingga memicu ide saya untuk membuatnya dalam sebuah posting di MALE (Maluku Lease) kali ini. Pastinya bentuk kalimat bersifat petua atau nasihat yang hendak disampaikan orang Tatua (generasi terdahulu) kepada kita, bahwa jika apa yang telah dicapai atau diperoleh pada masa kini, itu semua tidak terlepas dari saling keterkaitan dengan (peran besar) entitas masa lalu.

Dan akhirnya, ada yang menarik dari cerita lanjutan relasi saya tadi, bahwa saudara laki-lakinya itu kemudian merasa sangat bersalah dan memohon maaf kepada ibunya sambil menangis memeluk kaki ibunya, karena ia sadar betul apa yang ia miliki sekarang (yaitu popularitas, pekerjaan, penghasilan, Isteri dan keluarga, dll) tidak terlepas dan tanpa ibunya hal itu pasti naif. Dengan begitu peran dan keberadaan ibunya sangat berarti bagi dia sekarang ini.

Dengan demikian saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut korelasi kalimat usang diatas dengan konteks kita saat ini??? karena saya yakin anda sendiri sudah memahaminya. [sa.95] J.Pattiasina

» Read More...

BAHASA AMBON HARI-HARI; PART II

Ini dia Part II yang saya janjikan, silahkan di copy paste (jangan lupa; COPAS alamat link artikel ini juga, sebagai referensi dan penghargaan karya cipta) untuk segala keperluan saudara sekalian.


K
KALAMUMUR  = Ketombe
KALAWAAI  = Alat berbentuk tumbak yang dibuat khusus untuk menangkap ikan dengan cara di tikam pada saat "Balobe".
KAKOPANG = Bagian pucuk kelapa yang belum menjadi janur.
KAKURANG = Alat parut kelapa tradisional, dengan cara di 'di kukur'.

KAKUSANG =  
KALAMARENG/KAMARENG = Kemarin
KABUALANG =  Mengkibuli; cerita bohong.
KADERA  = Kursi
KAMINATIL = Makan Puji 
KALABOR = Sebutan untuk kepribadian yang Jahil atau Usil.
KALAPA = Kelapa
KALESANG = Merawat, melestarikan.
KALOT = Penis
KARTAPEL = Katapel
KAPOT = Hilangkan; Kasih Putus.
KAMONG/KAMORANG = Kalian; anda sekalian.
KARBOU = Kerbau
KAMBELLO = Orang bodoh; idiot.
KARSANG = Celana dalam.
KAREPU = Keriput
KACUPENG/KACUPING = kecil; sebuatan untuk sesuatu yang berukuran kecil.
KAKA = Kakak
KAKARLAK = Kecoak
KANJOLI = Alat penerangan tradisional berbentuk lilin, yang terbuat dari pengolahan isi buah bintanggor.
KALALERANG = Melarat 
KASKADU = Penyakit Lepra
KALADI = Keladi
KABBAS = Kebas
KACONG = Permainan tradisional khusus anak-anak perempuan.
KASBI = Singkong
KAPITANG = Panglima perang
KARNOPOL = Menjitak; biasa menjitak kepala seseorang dengan maksud bergurau.
KASTEN = Pantul kembali karena terkena sesuatu.
KAPATA = Syair-syair tradisional dengan bahasa "tanah" (bahasa daerah) asli daerah Maluku tertentu, yang beisikan berupa puisi, pantun, dll yang di perdengarkan pada waktu-waktu tertentu. 
KALLOM/KALOMPENG = Sepatu slop khusus perempuan.
KANNES = Kepribadian yang judes, keras orangnya (khusus untuk perempuan).
KAL = Kalau
KANARI = Kenari
KALLAP = Tempeleng; Tampar.
KAKISARIBUS = Kelabang
KALAMBU = Kelambu
KALEWANG = Parang Panjang; Pedang panjang yang historisnya berasal dari bangsa portugis dan di adopsi namanya oleh orang Ambon.
KAPISTA =  Centil; atau sering juga sebutan untuk perempuan muda yang agresif.
KARONTJI = Sebuah tanda khusus, yang di buat dalam tradisi orang Ambon Lease, bagi yang meninggal dunia dalam usi muda (belum menikah). 
KAWAJA = Pelit
KERONG-KERONG = Nama ikan
KELE = Bergandengan tangan
KEKU = Menjinjing sesuatu diatas kepala.

KERKELLO =
KERKKO = Kuburan 
KES = Monyet
KITA'IL = Makan puji yang berlebihan.
KINTAL = Pekarangan rumah.
KISSING = Habis tidak tersisa.
KINCING = Kencing
KOMBALI = Kembali
KOYABU = Penganan dari kasbi
KOLOT = Lihat kalot
KOCO = berputar-putar; mengocok.
KOCOBUTU = Onanani; sering di pakai sebagai salah satu "makian".
KOLOMBENG = Nama penganan 
KOKOTANG = Hewan yang biasanya berukuran kecil, membuat lubang di pasir. 
KOPAU = Nama penganan dari bakpau
KOI = Kerangka tempat tidur 
KOPPER = Bekas luka di kepala yang kelihatan menyala.
KORE = Colek.
KROIS = Silang; tanda silang.
KOMPENG = Sebutan kiasan untuk Vagina; 
KOMBILI = Ubi merah
KORSOU = Alat; salah satu perkakas tukang kayu untuk menguji sisi kayu apakah sudah benar-benar rata atau belum.
KONTO/KONTO = Kentut
KOTEL = Pendek ukuran badan.
KUKU = Hendak menikam sesuatu dari bawah keatas.
KUKKIS = Kue
KUKUR = Parut
KUMUR = Lidi
KUMUR-KUMUR = Menggumam perkataan di dalam mulut.
KUSU = Kuskus 
KULINCANG = lihat KOPPER.
KUURKUNCI Alat yang hampir sama fungsi dengan kalawaai, tetapi terbuat dari besi ukuran kecil, atau sedang, yang di pakai untuk menanggap ikan, Gurita, atau teripang, dll waktu pergi "Bameti" atau "Balobe".

L

LABOR =Hendak memoles sesuatu; seperti dengan minyak, cat atau tinta, dll.
LABUANG = Sebutan untuk areal tempat di sauhnya perahu-perahu nelayan.
LAIPOSE =
Suka merayu, tebar senyum
LAKLAKI = laki-laki
LASONG = Lesung 


LALA = Capek
LAORLahor; hewan mirip cacing yang muncul di permukaan laut Maluku (dibeberapa tempat di Lease, Ambon, Seram, dll) satu tahun satu kali, yang memiliki kandungan protein yang tinggi ketika di konsumsi.
LALAMONG = Jenis tumbuhan di Laut, yang pada waktu musim ombak di Periaran Maluku, tumbuhan ini banyak berhamburan di tepi pantai.
LAIYA = Hendak memanjat pohon, atau memanjat sesuatu.
LALAMAL = nama ikan kakatua
LABE = lebih
LAP = Tampar
LAT = Telat; Dua sisi yang saling menempel dan sama ukuran/ sama sisi kemiringannya. Contoh Lat Meja, Lat Dinding, dll
LAPAS = Lepas.
LANSYIK = Terasa sedikit melelahkan dan agak malas jadinya.
LASSI = Hendak melakukan sesuatu yang negatif kepada seseorang.
LASTE = Terakhir
LASTOK = Makian.
LAWA-LAWA = Jaring laba-laba.
LOBE = Pelepah kering pohon kelapa
LOCO = Salah satu jenis makian yang cukup keras.
LOMBO = Terasa lemas; dan juga arti lainnya "lembek"
LOKO = Pegang
LOPIS = Salah satu jenis penganan khas Ambon, yang terbuat dengan bahan dasar singkong dan Pisang.
LOSNOT = Makian.
LOLEBA = sejenis tali/tambang tradisional orang Maluku yang di anyam dari pelepah yang masih muda dari pohon Sagu.
LOSIANG/LUISIANG = Kondisi tubuh yang lemas akibat banyak bergadang sampai pagi.
LELEHULO = Lalat-lalat kecil; tetapi juga sebuatan lain dari AGAS.
LEPU-LEPU =  Orang yang tidak mampu secara pisik, atau sebutan bagi orang keterbelakangan mental. 
LETU/LOTU = Hendak memangkas dahan atau ranting pohon.
LEMBE-LEMBE =
LIANG = Batu karang besar
LUBANGPUKI = Makian yang sangat kasar dari orang Ambon, biasanya kalau makian ini disebutkan, pasti akan  terjadi perkelahian, atau sesuatu yang tidak terkontrol emosional antara yang bertikai.
LUTU = Lutut.
LUR = Mengintip.

 M
MAANU/MAANO =
MACANG = Macam.
MAMAH    = Kunya
MAMBORO = Tidak tertutup rapat.
MAMPOS = Mati
MAMANCANG = Berlagak
MALEU/MALEO = Ayam hutan.
MALLAPO   = Melepuh
MALAHORI = Suka berjalan berkeliaran di malam hari dengan tujuan yang tidak jelas.
MANCADU = Kapak.
MANGKERA = Suka melakukan perbuatan yang  beresiko bagi diri sendiri. Contoh anak perempuan mangkera jalan ngerumpi sampai larut malam.
MANGANTA = Meriang karena kesakitan.
MANGE-MANGE = Hutan bakau
MARTELU = Martil; Palu
MATI MANGGALA = Mati suri.
MANDIDI = Mendidih
MANJILING = Melirik ke samping
MANISO = Lihat BACICO, tapi tidak hanya identik dengan anak-anak, tetapi juga orang dewasa; Pemangsa; Penggangu.
MANGANTO = Mengantuk.
MANGGARANG = Menggerami
MANGGUSTANG = Buah manggis.
MASIN = Mesin; Asin.
MANUMATA = Salah satu bagian dari atas rumah, khas orang Maluku Tengah. 
MANAMPAL = Menempel
MANGENTE = Berkunjung mencari tahu sesuatu; sengaja meninjau; melihat-lihat sebentar.
MAYANG = Pohon Enau; Buah yang sudah sangat ranum.
MANARA = Perkakas-perkakas untuk membangun rumah; alat.
MENTEL =  sebutan untuk kebiasaan hidup yang mirip pelacur.
MELANG = Mandul
MEME = Mama
MELLEK = Sudah agak rusak/busuk; identik dengan makanan yang sudah mulai rusak.
MEKU = Perduli
METI = Air surut
MOLLO = Selam
MONTAR
MONGO-MONGO = Berperilaku Bodoh.
MOMO = Saudara laki-laki dari ibu.
MOMOU
= Bisu
MOKKO = Mangkok
MORETTU = Sebutan ejekan buat seseorang yang buruk rupa.
MUI = Saudara perempuan dari Ibu.
MURSEGU/MARSEGU = Kelelawar.
MURUPA = Sebutan untuk buah jatuh karena pengaruh hal lain (penyakit), namun belum ranum; atau sesuatu yang gagal produksi.
MUTEL  = Kelereng/Gadu
MUSTAHAK = Punya andil; wewenang; hak.

N

NAUNAU Buta huruf

NAHAS = Tradisi menandai tanda-tanda alam untuk suatu kepentingan.
NAPUL 
NANALA = Lagi dan lagi; mau terus.
NANAKU = Menandai sesuatu dengan cara melihat.
NANERI = Taring pada Babi hutan
NEPTANG = Tang
NONAI = Umpan
NONA = Anak Perempuan
NOKOPUTIL =
NOKO-NOKO =
NYONYOR = Ketimpal sial; babak belur.
NISI = Mengupas, mengiris, memotong sesuatu dengan hati-hati karena tipis sekali.
NIBONG = Tumbak Tradisional yang terbuat dari salah jenis kayu.
NINI = Melihat dengan seksama sesuatu dari kejahuan, dan tetap fokus.
NIRI = lebah 

O
ORAS = Waktu, Jam
OSE/SE =  Kamu, Anda (sebuatan hari-hari, dan terkesan sedikit kasar)
ONOSEL = Makan Puji; cari muka.
OMPRENG = Mangkok/piring yang terbuat alumunium atau seng.
OOM = Paman
ONDOS = lihat "Onosel"
ONA   = Nona
OTO    = Mobil
 

P

PADIS
Rasa pedis.

PADEDE = Cengeng
PAKE = Pakai
PALLAU = Lapar
PALAKA

PARENTA = Perintah
PALATENG = Menganyam rambut misalkan
PASNANA = Pemakan segala; rakus
PASTIU = Bosan
PARDIDU = Berkeliaran sampai lupa rumah.
PARLENTE = Penipu
PARAMPUANG = Perempuan
PAMERI = Memotong rumput dengan parang panjang.
PANDEKENG = orang penolong; helper
PATTILAWARU = Menerobos masuk dan hendak berkuasa, memonopoli terhadap sesuatu.
PALATENG = Mengayam; identik dengan menganyam rambut.
PALASI = Tobat
PAPEDA = Makanan Khas orang Maluku yang terbuat dari bahan dasar Sagu.
PAPARIPI = Tergesa-gesa 
PAPARISSA = Rumah kecil
PARLAK = Karpet
PEPE = Sebutan untuk vagina.
PELE = Upaya menghalangi
PEKAR = Terlihat rusak pada sebagian besar suatu barang atau alat.
PLECES = Mulut Cerewet; sebuatan bagi mereka yang lincah berbicara.
PIKOL = Pikul 
PILANG = Pukul, memukul.
PISO = Pisau
PORO = Perut
POPO = lihat Pepe
POLO = Peluk
POCI = Cerek kecil
POTAR = Makian
PROP = Memasukan sesuatu dengan sengaja ke dalam wadah tertentu dengan paksa; kata ini juga diartikan sebagai "proses makan", namun berkonotasi negatif (kasar).
PUSTEMA = Makian
PUKI = lihat Pepe; Makian.
PUKAR = Makian 
PUSA = Pusar
PUKOL = Pukul


Sampai disini dulu yah..... untuk PART III akan saya buat lagi bagi anda sekalian.
Amato..!!! [sa.95] J.Pattiasina

» Read More...

AKAL-AKAL; Salah satu tradisi orang Maluku

"Akal-Akal" adalah sebutan terhadap beragam bentuk objektivasi dari hasil kekuatan cara berpikir manusia; yang terakomodir didalamnya kekuatan-kekuatan kosmologi dari orang-orang Maluku tradisional, dan pada umumnya di masyarakat Maluku Tengah, Pulau Ambon, dan Lease. Yang kemudian "akal-akal" di pakai sebagai suatu bentuk tindakan jaga diri terhadap berbagai ancaman luar atau ancaman yang datang dari dalam diri seseorang berupa penyakit. Sementara ancaman yang datang dari luar, misalnya : "Akal-akal" dapat menangkal ancaman ilmu hitam (segala bentuk dan jenisnya), "Akal-akal" juga dapat membantu terselesaikan suatu masalah  seseorang. "Akal-akal" juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri seseorang yang memakai dengan tepat "akal-akal" tersebut. Hal ini memang terdengar konyol, namun pengalaman yang membuktikan bahwa banyak praktek "akal-akal" telah memunculkan khasiatnya, hasilnya, atau kualitasnya dari setiap orang yang memakai "akal-akal" tersebut.

» Read More...

BAHASA AMBON HARI-HARI; PART I

Basudara gandong jang kurang hati beta sulama baru mau posting sesuatu kombali di blog ini, mangarti jua ada sadiki sibuk too.. 

Kali ini beta mau posting draft yang sebenarnya beta sudah buat beberapa bulan lalu maar blom sempat di posting, yaitu tentang bahasa Ambon Hari-hari yang  biasa beta dengar deng beta pake waktu dolo-dolo di tinggal di Saparua 

(Saudara sekalian saya minta maaf sudah lama saya tidak memposting sesuatu di blog ini, sorry karna ada sedikit kesibukan..... Jadi kali ini saya mau posting draft yang sebenarnya saya sudah buat dan simpan beberapa bulan lalu tetapi tidak sempat, yaitu tentang kumpulan bahasa daerah ambon yang lazim didengar dan saya pakai waktu masih tinggal di Saparua ).


A

ABU = Debu
AER = Air
ANIONG; ANYIONG  = Alat bantuan untuk menjinjing sesuatu di kepala, yaitu dari kain.
ARUARU = Alat yang terbuat dari kayu atau Bambu yang lazim di pakai untuk membuat papeda (makanan khas Maluku).
 AMANISSA  = Salah satu alat penangkap ikan (sejenis "bubu" kecil), yang dianyam dari bambu bebentuk seperti kerucut.
ATITING = Wadah yang terbuat dari anyaman bambu.
AMATOO = Ucapan selamat tinggal; Sampai Jumpa.
ANANAS = Nenas.
ANDARINYO = Capung
ANANA; ANA-ANA = Anak-anak.
ASISANG  = Yang pertama mencoba, mempraktek, atau memulai.
AGAS = sejenis serangga kecil, mirip nyamuk yang suka menggigit.
ANGGALE =  Bolak-balik/asik
ANYO-ANYO = Terapung-apung
AHE;  TAHE = Ikat menyambung sesuatu.
ASSO = Tidak sekarang.
AMUNNA =  Membersihkan sesuatu/segala sesuatu.
AKORT = Bermufakat/Setuju
AHALANG = Alat bantu untuk memikul Air.
AHEBO = Luka-luka kecil akibat gatal/Bekas luka di kulit
ALE = Anda, Kamu (Sebuatan umum, yang terkesan menghargai siapapun yang menjadi teman berkomunikasi).
ALLAPA =  sebutan yang biasa dipakai, yaitu mengarah pada situasi yang belum tentu diketahui hasilnya, apakah bisa berhasil atau tidak; lebih bersifat pesimis.
ALAPRITOL; ALPLETOL = Sejenis senjata yang dahulu dibuat dari potongan-potongan kayu, yang ditajamkan ujung-ujungnya (kedua sisinya); dan cara penggunaannya oleh mereka yang senang memakai senjata ini yaitu mereka mahir melampar.  
APULA = Kulit buah kenari bagian luar yang telah membusuk
ATORANG = Peraturan
ARUMBAI; AROMBAE = Perahu Kora-kora.
ASANG = Asam
ASUANG = Potongan kayu mentah, yang di potong dalam ukuran-ukuran tertentu untuk membuat pagar pekarangan rumah (misalkan), dll.
AER = Air
ATLEPA = Menaruh sesuatu dengan posisi melintang panjang.


B

BADO = Sama dengan; Sama saja.
BAILEO; BAILEU = Rumah adat 
BATEREK = Usil/Jahil/bercanda
BALAGA = Angkuh, Sombong.
BALLABOR =  Blekpotan.
BALAMBOR = Berserakan kesana sini; menunjuk pada sampah yang berserakan.
BALLA = Belah, atau sebutan lain dari hendak memukul seseorang. 
BAMETI = Kegiatan melaut waktu air surut "meti"(dalam bahasa Ambon), untuk mencari ikan, keong (bia), dll.
BASONDO = Menyelah pembicaraan orang lain dengan sengaja tanpa meminta izin.
BABOSTOK = sebutan bagi seseorang perempuan yang berbodi sintal.
BABENGKENG =  Meraju yang berlebihan dan hendak menarik perhatian orang lain atas tidakannya.
BAPIKOL = Memikul
BABELO = Menggali lobang/Cangkul
BABANTING = Meraju yang berlebihan dan menjatuhkan badan ke tanah.
BAOSTAR = Jorok/kotor sekali.
BALE = Balik/kembali
BALLE = Melilit/mengikat.
BALEK/BELEK = Kaleng
BARIBUT/BARIBOT = Buat Gaduh. 
BALEJA = Sesuatu yang sangat lembek jika dipegang (bersifat cair), berlumur. bergetah.
BALAGU = Belagu, suka jual mahal, suka menarik perhatian orang, jika ditawarkan sesuatu malu-malu tapi sebenarnya mau.
BALENGANG = Oleng 
BALENGGANG = Goyang
BALANGA/BALANGANG = wadah yang terbuat dari tanah liat, berbentuk belanga.
BADAKI = Lihat Baostar
BAGALI = Perasaan geli terhadap sesuatu.
BALOBE = Kegiatan melaut untuk mencari ikan pada waktu malam saat air surut (meti), dengan diterangi lampu GAS (Petromax) atau obor, dll, dan dilengkapi dengan perkakas lainnya seperti parang, kurkunci, kalawai, untuk menangkap ikan.
BALIMBING = Buah Belimbing.
BONTAL = Bulat
BOUT = Potongan Danging dalam ukuran besar.
BORGOR = Besar; Sebutan untuk untuk salah satu jenis nenas, yaitu "Ananas Borgor".
BATONG; BETONG = Kami; kita 
BANANG RAJA = Pelangi
BANANAH = Bernanah
BEMBENG = Jinjing dengan tangan.
BAKANDA = Main serong/selingkuh.
BAKASANG =  
BASTEL = Bergaya
BAKIRA = Permisi mendahului.
BATAMANG = Berteman, atau Menemani.
BATAMBONG = Banyak sekali
BAGAHE = Rangsangan hendak menarik keluar dan membuang lendir dari dalam mulut.
BILALO = Proses melicinkan jubin/lantai dengan cara tradisional.
BASALENG = Memakai baju.
BARNANG = Berenang
BARANTANG = Kesepekatan membagi hasil atau tanggung jawab dengan adil.
BAKESTENG =
BAKAREO; BAKAREU = Berkelincang; semacam gemetar; badan bergerak-gerak karena rasa sakit atau rangsangan sesuatu.
BACICO = Perilaku anak yang tidak tenang ditempat, 
BANER = Akar pohon besar seperti Pohon Beringin, Durian, Kenari, dll.
BONGSO = Adik, saudara gandong.
BOBOU = Bau
BOLANA = Nama Ikan 
BOBARA = Nama Ikan
BOMBAT = Sangat Gemuk 
BORGOR = Kasta Besar
BICO = Perut Buncit; gerak lambat, tidak gesit karena berat badan yang berlebihan. 
BINTOL = Benjol
BIKING = Buat
BINTANGGOR = Nama pohon yang buahnya dahulu dijadikan bahan dasar pembuatan lilin tradisional orang Maluku, namanya "KANJOLI" .
BISTUNGKER = Tanaman ubi kayu yang bertumbuh sendiri di alam.
BOBENGKA; BABENGKA = salah satu penganan khas Maluku Tengah, seperti BOBENGKA HARUKU.
BISOL = Bisul.
BOLOLENG = Roti; identik dengan roti goreng.
BORE = Membius Ikan, dll.
BROT = Roti.
BAGARA = Bergerak.
BOTI = Buncit 
BULANG = Bulan
BELANG = Kelompok pendayung arumbai; salah satu olahraga dayung tradisional di Maluku Tengah "perahu belang".
BEMBANG =  Mengantar pergi seseorang 
BERA = Buang air besar
BERANG = kain yang sengaja diikat di kepala oleh orang Maluku Tengah dan sekitarnya, sebagai tanda tertentu, dengan pilihan warna-warna sesuai dengan adat istiadat atau kondisi-kondisi tertentu (Misalnya Berperang).
BUJU = Menimang anak untuk cepat tidur.
BUJU-BUJU = amp;gt; Merayu
BONENG = Sebutan untuk gigi seri yang mencolok kedepan.
BALAMBOR = Membuang sesuatu (sampah) dengan sembarangan dan tidak teratur (tidak pada tempatnya).
BOMBONG = Penuh sampai tumpah/ wadah yang diisi sampai penuh dan dipaksakan untuk tetap bisa menampung lagi.
BUTU = lihat KALOT; Sebutan untuk Penis.
BULU = Bambu.
BEMBANG = Menghantar atau mengarahkan.
BOBBA = Luka yang bernanah, dan telah membesar.
BALACANG =  
BULLUS = Blous; pakaian perempuan.


C 
CAKE/CEKE = Makan; biasanya sebutan ini sangat kasar.
CAKADIDI = Agresif, seseorang yang suka tidak tetap ditempat.
CACURANG = Alat untuk membantu mengisi miyak pada kompor, Botol, dll.
CAPOCI = Salah satu jeni permainan anak-anak 
CAPEU =  Topi
CALANA = Celana
CIDAKU = Celana
CAMPARADU = Amburadul, tidak tertata.
CALAKATE = Sudah agak matang
CECELEPU = Di buat kepayahan/payah.
CUNGKEL = Mengungkit sesuatu agar terlepas.
COLE = Tusuk Konde
COLO = Celup
COBE = Wadah untuk membuat sambal/terasi.
CIGI = Tarik dengan spontan.
CIKAR = Hendak melakukan sesuatu dengan Segera/Serempak
CIKUANG = sebuatan lain untuk hendak memukul, menjitak, dll.
CUBI = Cubit 
CUCUR = Salah satu penganan khas Ambon
CUKI = Proses penetrasi saat bersetubuh (making love); sering juga dipakai sebagai salah satu makian.
CUKIMAAI = Makian; yang artinya bersetubuh dengan ibu.
CUKARDELLEN = Makian yang dianggap sedikit halus dari"cukimaai atau cuki"
CELE = Salah satu model pakaian tradisional khas Maluku Tengah; Pulau Ambon, dan sekitarnya (baju cele).
CERE = Cerai 
CEBO = Membersikan anus/kelamin setelah membuang air besar dengan memakai air/tissu
CILAKA = Celaka
COLO COLO = Kua Asam dari asam lemon cina atau asam cuka, yang biasanya menemani makan papeda.


D  

DAGANG = Sebuatan khas untuk orang Asing, atau pendatang; "orang dagang". 
DAKI = Kotor, kotoran yang menempel pada kulit berupa debu dan lain sebagainya.
DAPOR = Dapur
DEGDEGU = Tempat memasak yang dibuat tergantung.
DIPANG = Tempat tidur, yang tidak berkasur.
DODESU/DODESO = Perangkap, jerat.
DULANG = Wadah yang biasa dipakai berbentuk baki, tapi terbuat dari kayu.
DANGKE = Terima kasih.
DONDANG = Sebutan bagi buah ZAKAR.
DORIANG = Durian
DOTI = Semacam ilmu santet 
DOLO = Dulu 
DOMINGGU = Hari minggu, sebuta dari orang Sarani di Ambon untuk hari beribadah. 
DODAGA = Motif depan dari sebuah kain, yang biasanya di kenal sebagai tanda pembeda, mana bagian depan kain, mana yang bagian belakang sebuah kain sarung saat di pakai.

E

EMPENG = Kurus
ELA = Isi sagu yang baru di ambil dari pohonnya sebelum diperas menjadi sagu mentah (saripati).
ENDANDEP = Salah satu permainan tradisional anak-anak.
ELMESSEH = Sebutan untuk "YESUS"
ENGGO/ENGGO BASAMBUNYI = Salah satu permainan tradisional anak-anak.
ELLENG =  Gentar; Takut.
 
G

GARGANTANG; GORGONTONG = Kerongkongan
GABA-GABA = Pelepah pohon sagu, yang biasanya di pakai maluku membuat dinding rumah, rakit, dll.
GARGATANG
= Gemas

GARRAP = Bekas aliran sungai/kali yang sudah kering.
GALOJO; GOLOJO = Rakus
GACU/GACO =  
GAMBRET = semacam hompimpa
GATA-GATA = Alat untuk menggulung adonan Papeda (makanan khas Maluku.
GOSEPA = Rakit
GOSSO = Elus
GOSAU = Nama ikan 
GORINDA = Mengoyak-oyak sesuatu dengan kasar.
GALAS = Gelas
GALOS/GOLOS/GLOS
GOBANG = Uang Logam 
GOGOS = Nama salah satu penganan khas Ambon yang terbuat dari beras ketan.
GOLEBA = Tali yang dibuat dari anyaman kulit dahan kelapa, atau dahan sagu yang muda.
GOROS; GAROS = Besar.
GOMIRA = Nama sayuran
GANEMU; GANEMO = Nama sayuran melinjo
GEPE =  Tindis, tekan.
GETE-GETE = Nama ikan berukuran kecil (sering dipakai sebagai kiasan melambangkan yang "kecil"). 
GOYAWAS; GIJAWAS =  Jambu biji 
GOTANA = Nama ikan yang bau amisnya sangat kuat.
GATA = Mencoba mencepit sesuatu dengan suatu alat bantu. 
GATA-GATA = Alat tradisional untuk menjepit bara api didalam tungku.
GILI-GILI = Rasa Geli; Menggelikan hati.
GENGGO = sejenis serangga yang suka sekali anak-anak kecil menangkapnya dan mengikatnya dengan benang, dan membiarkannya terbang. ada dua jenisnya, berwarna Hitam kebiru-biruan, dan yang satu jenis lainnya berwarna emas (ukurannya agak besar). 
GONDAL =  Nama pohon 



H
HOTU/HETU = Bicara
HOGOR = Membawa Issu
HAHESSI = Tali yang dibuat dari kulit luar bambu.

HAHAKAE = Makan puji.
HALUA =  Penganan yang terbuat dari kenari dan gula merah; cocok untuk ngemil.

HAYAL = lihat Kapista
HAGA-HAGA = Mencoba-coba.
HELAHAI = Menghela napas dalam-dalam, menghela napas tanda sekarat.
HODENG = Bagus.
HENER = Mengalir/hanyut.
HOHATE/HUHATE = Pancing.
HEK = Ceguk
HOKMAT = Berbicara secara spontan dan tegas dengan suara yang keras.
HOSTES = Sebutan untuk wanita panggilan; pelacur. 
HESSE = Ceper; tidak berbentuk bulat atau elip yang benar.
HUTUL = Rorok ayam
I
ISKOROBI = Usir; Mengusir.
ISTIRIKA = Setrika
ISKEREK = Kaget
ISTEREK = Kuat tenaga, gaga perkasa.
ILO = Jinjing di atas bahu; lihat "pikol/hala".
ISTORI = Berbicara/bercerita 
IDONG = Hidung
ISTAGA = Astaga
ISAEE = Hujatan
INA = Nona; perempuan muda.
J

JUJARO = Nona, gadis, perempuan yang masih muda.
JALONTO = Gaya menungging.
JAMBAR = Alat tradisional penumbuk untuk meratakan tanah pada saat membuat pondasi rumah atau jubin.
JUK = Alat musik berbentuk gitar mini. 
JAMBATANG = Jembatan.
JENGKRIK = Mengutik Jari tangan.



PART Ke 2, saya pasti membuatnya bagi saudara sekalian yang ingin belajar bahasa Ambon hari-hari.

SEKIAN DULU, AMATOO......!!![sa.95]J.Pattiasina.

» Read More...

Video Profile Negeri Booi

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!