Orang Ullath Pung Kapata

Selamat bertemu lagi saudara-saudari (basudara) tercinta, kali ini beta mau posting sesuatu yang agak berbeda, dan tentunya untuk menjawab penasaran para pembaca Tradisi Maluku yang mungkin saja menunggu posting terbaru. Kali ini ada tiga buah kapata dari orang Ullath di Pulau Saparua, yang sempat beta dapat 2 tahun kemarin dari salah satu sumber.

Sedikit penjelasan tentang kapata; menurut Leunard Heppy Lelapary
Tradisi lisan kapata, yaitu bentuk bahasa yang secara khusus digunakan oleh masyarakat dalam upacara adat, dengan irama tertentu, tersusun dalam larik-larik dan disampaikan dalam bentuk monolog maupun dialog. Bentuk tersebut hanya digunakan pada upacara-upacara adat pada masyarakat pemakai, seperti pada upacara panas pela, upacara pelantikan raja, upacara perkawinan dan upacara-upacara lainnya yang sejenis, dan digunakan oleh orang-orang tertentu, seperti kepala desa atau tua adat (sesepuh desa) yang menguasai adat.

» Read More...

KAPATA NASEHAT III


BAHASA TANAH :
Lono nika toti tawaria sane
Lahan katupa tawaria sane
Okamba nimamanu waria esa tuni-tuni

BAHASA AMBON HARI-HARI :
Sudara parampuang ada datang di katong pung dusung,
Jangan tinggal dia pulang deng atiting kosong.

TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :
Saudara perempuan kandung datang di kebun kita,
Jangan tinggal dia pulang dengan bakul kosong tanpa membawa apa-apa.

Keterangan :
KAPATA ini berasal dari negeri Ullath. [sa.95]J.Pattiasina

» Read More...

KAPATA NASEHAT 002

BAHASA TANAH :
Kepeng intan e
Kepeng ulawano
Tuluyana hei hosu hesi lapehe
Oulapa iwano hiti hatia basudara e

BAHASA AMBON HARI-HARI :
Kepeng ada banya itu
Bali ikang Silapa basar-basar
Par kasih makang basudara.

TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :
Uang ada banyak itu
Beli ikan silapa (nama salah satu jenis ikan dalam bahasa ambon hari-hari, yang bentuknya agak besar dan enak dagingnya jika dimasak dalam segala jenis masakan) besar-besar
Par kasih makan saudara.


Keterangan :
KAPATA ini berasal dari negeri Ullath di Pulau Saparua (Maluku  Tengah). [sa.95]J.Pattiasina

» Read More...

KAPATA NASEHAT 001

BAHASA TANAH :
Dunia esa e, rael-rael o
Manusia kai matahitua mane e
Honusu bumbure pawaiya rupa manis e

BAHASA AMBON HARI-HARI :
Dunia bagus ini, ada hidop jang tingkai jang sombong
Sebab kalau mati, bumbungang tutup kubur, ilang rupa manis.

TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :
Dunia indah ini, semasih hidup jangan bersungut-sungut/belagu, jangan angkuh.
Sebab kalau meninggal dunia, atap makam tertutup hilang wajah manis.

Keterangan :
KAPATA ini berasal dari Negeri Ullath di Pulau Saparua.[sa.95]J.Pattiasina

» Read More...

Video Profile Negeri Booi

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!