AKAL-AKAL; Salah satu tradisi orang Maluku

"Akal-Akal" adalah sebutan terhadap beragam bentuk objektivasi dari hasil kekuatan cara berpikir manusia; yang terakomodir didalamnya kekuatan-kekuatan kosmologi dari orang-orang Maluku tradisional, dan pada umumnya di masyarakat Maluku Tengah, Pulau Ambon, dan Lease. Yang kemudian "akal-akal" di pakai sebagai suatu bentuk tindakan jaga diri terhadap berbagai ancaman luar atau ancaman yang datang dari dalam diri seseorang berupa penyakit. Sementara ancaman yang datang dari luar, misalnya : "Akal-akal" dapat menangkal ancaman ilmu hitam (segala bentuk dan jenisnya), "Akal-akal" juga dapat membantu terselesaikan suatu masalah  seseorang. "Akal-akal" juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri seseorang yang memakai dengan tepat "akal-akal" tersebut. Hal ini memang terdengar konyol, namun pengalaman yang membuktikan bahwa banyak praktek "akal-akal" telah memunculkan khasiatnya, hasilnya, atau kualitasnya dari setiap orang yang memakai "akal-akal" tersebut.

Agar lebih jelas untuk memahami apa itu ""akal-akal", maka saya memberikan satu contoh "akal-akal" yang sering saya ketahui dan pernah mempraktekannya. Dan telah terbukti bagi diri pribadi saya. Pada hal semula saya benar-benar tidak meyakini praktek konyol ini bisa memberikan bukti. Walaupun pada akhirnya saya mencoba mempraktekannya dan berjumpa dengan pengalaman riil, bahwa ada benarnya juga pemahaman dan pengalaman masyarakat Maluku tentang akal-akal ini ada benarnya.

Akal-akal; Topo bantal kapala par kase bangong tempo (tepuk bantal kepala, untuk membantu kita agar bangun tidur tepat waktu). Saya pernah diajarkan oleh Opa saya untuk menepuk bantal kepala, sebelum tidur, dan berkata-kata seolah-olah saya sedang berbicara dengan bantal itu; kalau saya ingin bantal membangunkan saya tepat jam 07.00. WIT (Pagi). Dan setelah berbicara dengan bantal, langsung menepuk bantal itu sebanyak tiga kali sebelum tidur. Dan betapa herannya, besok pagi saya dibangunkan jam 6.40 WIT. Dari hasil yang ada kemudian membuat saya yakin akan hal itu, dan fakta ini saya dahulu telah melakukannya berulang-ulang kali dan hasilnya sesuai dengan harapan.

Dari keunikan hal ini, saya coba membuatnya dalam sebuah posting kali ini, dan entahlah banyak orang boleh berkata lain, atau memikirkan hal lain dari isi posting saya kali ini, namun yang pasti saya mencoba menampilkan apa adanya dari pengalaman saya (dahulu) sebagai seorang awam yang berasal (hidup) dari lingkungan budaya Maluku.[sa.95]J.Pattiasina

Terima kasih. 


2 comments :

Anonymous said...

hahaha...nanti malam beta mau coba tepuk beta pung bantal kepala, supaya besok bisa bangun tempo :-)
-sella Kaihena

Jimmy Pattiasina said...

Bagaimana Sella Kaihena, apa akal-akal jadi kaseng??
Kasih kabar balik e.. hehehe

Danke su singgah di beta kintal ini tuang.

Post a Comment

Dengan Senang Hati Beta Menanti Basuara Sudara-Sudara.

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!