Revolusi Mental Amtenar Orang Maluku

KESAN BERJUMPA DENGAN INTERNET

Saat membuat tulisan ini, beta masih dalam posisi yang kurang lebih sama dengan saudara-saudariku yang sampai hari ini ingin keluar dari zona nyamannya. Sebagai orang Maluku, beta dibesarkan di Pulau Saparua, yang sangat kental dengan tradisi dan budayanya, begitupun dengan negeri asal beta yaitu negeri BOOI. Dan sekarang sudah menetap di kota Ambon, kurang lebih 13 tahun, sejak pertama kali merantau untuk menamatkan pendidikan S1 di UKI Maluku, yaitu pada fakultas Filsafat Agama.

Sejauh ini dalam amatan beta, masih banyak yang belum berubah dari pola berpikir sebagian besar masyarakat Maluku, meskipun perkembangan pola pikir dihampir sebagian besar dimensi kehidupan di dunia ini sudah sangat berubah dan maju. Kenyataan ini bukan lagi menjadi rahasia umum, dan beta juga sengaja menyimpulkannya lewat sejumlah pengamatan dan juga pola dari riset yang sederhana yang sudah dilakukan atas setiap perjumpaan beta dengan orang Maluku lainnya dalam kehidupan sesehari. Mungkin ini bersifat pandangan subjektif, tetapi sesungguhnya adalah kegelisahan beta sejak lama, yang selalu berpikir "Out Box" semenjak masa kuliah dahulu.

Pernah suatu ketika ada salah satu teman kuliah beta mengatakan begini, "bu ini mau jadi pendeta kah atau mau jadi hacker (orang yang pakar dengan komputer, dan bisa melakukan aktivitas komputerisasi diatas rata-rata)?? abis setiap waktu pi gorila (nama warnet) tarus." Karena mereka gelisah sekali atas perilaku beta yang dahulu semasa kuliah semenjak kenal internet di tahun 2008, hampir sebagian besar waktunya berada di Warnet, yaitu selepas pulang kuliah sampai larut malam bahkan subuh. Dikarena jatuh cinta dengan aktivitas browsing sejumlah informasi yang menurut beta bisa bermanfaat dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang untuk pengembangan diri. Di samping waktu itu baru mulai belajar Facebook-an sebagai selingan saat melakukan browsing, meski binggung juga waktu itu, mau bikin apa dengan Facebook ini?? (sorry saat itu belum banyak pengguna Facebook di Kota Ambon).

» Read More...

TRADISI BERPAKAIAN ORANG MALUKU



Hari ini, ada sebuah pengalaman berharga, saat bertemu dengan seseorang yang sangat beta kenal. Tetapi sebelumnya beta tak menyangkah, Bpk. Roy Saimima, 55thn, berbagi sebuah pengalamannya masa mudanya dan seakan-akan menitipkan sebuah petuah dari “orang tatua” (sebutan generasi terdahulu; nenek moyang) yang berkaitan langsung dengan ide bisnis yang sementara beta jalani. Yaitu Menciptakan Baju-Baju berkarakater budaya Maluku.
 
Setelah beta berjumpa dengan Bpk. Roy yang kebetulan sekali hendak berurusan dengan salah satu dinas Perindustrian dan Perdangangan di lingkup Pemkot Ambon, maka diskusi kami berlangsung kurang  lebih 3 jam. Sehingga dari diskusi yang panjang itu tercatat pada tanggal 3 Oktober 2014, pukul 15.10 WIT; yakni beberapa hal yang sangat penting bagi beta, sebagai berikut:

1). Dalam tradisi berpakaian orang Maluku, dapat dirangkumkan ada 21 tradisi cara berpakaian yang disesuaikan dengan waktu, acara, atau peristiwa; antara lain :

» Read More...

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!