Tentang Beta


Beta Jimmy Pattiasina, lahir di pulau Seram 25 Januari 1984, tepatnya di Waisarissa, dari pasangan Jopie Pattiasina dan Esterlina Andries (almarhum). Masa kecil banyak dihabiskan di Saparua - Negeri Booi. Sekolah dasar di SD negeri Booi, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP negeri 1 Saparua, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA negeri 1 Saparua (2002). Tamatan S.si,Teol. di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKI-Maluku), dengan spesifikasi ilmu Filsafat Agama.  

Sebagai hasil akhir untuk memperoleh gelar S1 di UKIM yaitu pembuatan sebuah Skripsi, beta memilih untuk mengkaji tentang "SALAM-SARANE; PATTIASINA DI KABAUW, PATTIASINA DI BOOI, Suatu Kajian Kultur Fam/marga Terhadap Pluralitas Agama-agama". Dari penelitian yang dibuat pada kedua negeri ini, kemudian lebih mendorong beta untuk mengabdikan diri sebagai pemerhati budaya lokal di Maluku Tengah, dalam hal ini di Lease. Suatu asumsi, bahwa realitas kehidupan masyarakat Lease dalam hal ini, begitupun dengan masyarakat Maluku pada umumnya memiliki banyak sekali tradisi dan budaya, tetapi fenomena yang digambarkan pada profil blog, yang mengajak beta secara sadar untuk membuat blog ini. Yang dengan beragam keterbatasan mencoba mengarsipkan sedapat mungkin tradisi-tradisi di Lease yang sudah membudaya dalam realitas kehidupan masyarakat di sana untuk dikenal lagi dan jauh lebih bermanfaat saat dikemas dengan pendekatan-pendekatan menulis yang khas untuk mencapai sejumlah tujuan tertentu bagi banyak orang.

O iya, beta perlu menyampaikan satu hal yang paling mendasar, yaitu kecintaan beta terhadap tradisi dan budaya Maluku, adalah bawaan dari masa kecil (semenjak berumur 5 tahun) yang ketika itu sering diceritakan tentang keberagaman pola dan gaya hidup orang Maluku itu sendiri, oleh almarhum
Paulus Pattiasina, 77 tahun 2005  (beliau adalah opa beta; dan tradisi lisan dari beliau sebagai pengganti dongeng sebelum beta tidur); yaitu banyak hal dari cerita legenda, mitos, tradisi dan budaya orang Maluku. Dan fakta inilah yang memposisikan beta sebagai salah satu dari sekian banyak orang di generasi masa kini yang peduli dengan realitas kebudayaan orang Maluku (lebih fokus ke Lease) yang sudah menjadi kecintaan tersendiri dalam kepribadian kita masing-masing.

Dengan suatu harapan, bahwa jati diri orang Maluku-Lease semestinya selalu berada di dalam adat dan tradisi tersebut (sebagai Identitas diri), dan hal itu akan menjadi cerita indah sepenjang masa, jika tradisi Maluku secara lisan maupun tulisan berlangsung dalam kaidah-kaidah yang benar oleh setiap orang yang mengetahui hakekat dasar dari estetika suatu budaya, dan bagaimana cara menghargainya. Terima Kasih


------------------------------------
** TENTANG BLOG 
------------------------------------

Blog ini tersedia catatan tradisi, catatan sejarah, catatan refleksi, puisi, dll, yang berbasis pada kebudayaan Maluku Tengah (dapat dilihat dari pemakaian bahasa Ambon-Lease hari-hari), dalam hal ini dari masyarakat yang ada pulau-pulau Lease (yaitu mencakup orang Saparua, orang Nusalaut, orang Haruku dan Ambon sekitarnya; dan sebagian pesisir pulau seram bagian barat /SBB ).

Untuk itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat beta kepada saudara sekalian, jika kedapatan ada yang tidak dipahami dari isi blog ini, beta menyediakan widget yang bisa anda berkomentar di sana, jika membutuhkan sesuatu bantuan dari beta.

Alasan yang perlu disampaikan pula, kenapa isi blog ini terkesan sangat mengedapankan tradisi dan budaya Lease? justru pilihan ini menurut beta lebih muda untuk menulis, karena memang beta lebih mengenal dan mengetahui dari tradisi budaya orang Lease. Meskipun dipahami berbicara tentang TRADISI MALUKU begitu beragam, dan begitu kompleks. Sehingga proses belajar untuk lebih mengetahui dan mengenal tradisi budaya Maluku secara utuh, masih terus beta lakukan, dengan terus bergaul lintas suku yang ada di Maluku yang kaya ini, tanpa harus membedakan latar belakang kami masing-masing.

Sangat mungkin tujuan yang bisa dicapai, yaitu mari kita wujudkan manusia Maluku yang bermartabat; yaitu berakar dalam tatanan tradisi dan budaya kita masing-masing, sebab dari sanalah kita  lebih dihargai karena kita adalah manusia-manusia yang berbudaya.

Suatu kutipan kalimat orang Lease bunyinya begini : SAPA YANG TUNDUK DENG HORMAT PAR ADAT, DIA TAU ADAT (siapa yang menghormati adat/tradisi/budaya/ dia benar-benar beradab), jadi kebalikan dari kalimat ini, pasti anda memahami maksud beta. Untuk itu, kita dituntut menghormati adat/tradisi/budaya kita masing-masing, dan berupaya saling menghargai budaya orang lain pula, agar kita semua dapat disebut manusia beradab.

Salam Hormat

» Read More...

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!