Tikang Bia Sageru

         Tikang Bia Sageru atau secara hurufiah berarti "menusuk siput/keong (laut) sageru (nama dari siput ini dalam bahasa daerah Ambon). Entah kenapa, pada saat saya makan masakan ayam kari, buatan tante saya, dan kebetulan danging ayam itu terasa kenyal, sehingga yang terpikirkan oleh saya "mirip daging apa yah???"

        Oh iya saya langsung menemukan jawabannya setelah 5 menit berpikir sejenak, ini dia jawabannya: mirip daging "bia sageru". Nah, mari saya bercerita sedikit bagaimana keunikan mencari siput ini, pada saat orang Maluku melakukan aktivitas Bameti (Klik disini untuk mengerti apa itu "bameti"). 

         Umumnya mencari siput ala orang Maluku beragam caranya pula, tergantung dan disesuaikan dengan karakter siput yang hendak di cari. Ada yang menunggu sampai "Air Meti" atau juga harus menyelam (Mollo; dalam bahasa daerah Ambon) untuk mencari jenis siput-siput tertentu. Khusus untuk mencari bia sageru harus menunggu air surut (Air meti); namun disinilah letak keunikan dalam mencari siput yang satu ini.

        Keunikan Kesatu : Bia sageru pada umumnya lebih kental dengan kalangan laki-laki, sebab hanya orang laki-laki sajalah yang dominan mencarinya. Keunikan Kedua : Ketika pergi bameti banyak orang membawa perkakas seperti parang, pisau, atau "kurkunci" (lihat disini), tetapi bagi pencari bia sageru tidak demikian mereka membawa lidi dari daun kelapa. Keunikan Ketiga : Hasil tangkapan yang banyak tergantung cuaca juga, sebab misalkan angin yang cukup kuat akan berpengaruh pada penglihatan sang pencari bia sageru, sebab 99% bia sageru berada didalam genangan air, dan hanya memperlihatkan dua lobang kecil (sekali) yang adalah mulutnya untuk mencari makan. Sehingga dari lobang itulah sebagai tempat yang tepat, jika anda ingin menangkap siput tersebut; dengan cara anda menusuk/menikam lidi tepat pada salah satu lobang itu. Jika anda melesat, jangan harap anda mendapatkan bia sageru itu lagi, ia sepertinya punya jalan rahasia lain di dalam pasir/karang. Memang anda bisa dengan terpaksa mendapatkannya (bia sageru yang berhasil lolos tadi) kalau anda  membawa perkakas seperti parang untuk menggali sekitar tempat itu. Dan keunikan terakhir, yaitu keunikan keempat: anda sebagai pancari bisa sageru harus berjalan perlahan-lahan jika masuk dalam suatu genangan air, sebab sang pemburu akan kehilangan jejak bila air terlalu berkeruh, kalau ada bia sageru disitu ia keburu kabur duluan (dan tak ada lagi lobang-lobangan, hehehehehe).

        Jadi begitu cerita tentang "bia sageru", uppss... jadi lupa sama ayam saya nich, sorry bapak, Ibu, kakak, adik, permisi saya melahapnya dulu yah, awas jangan ngiler loh (bercanda kok)..???. Kalau menghayal hendak makan bia sageru kari, nanti saja kalau sudah di kampung halaman kita masing-masing (khusus bagi orang Maluku), saya sudah memberitahukan cara menangkap sang buruan, jadi tidak susahkan anda dan saya bisa menangkapnya, kemudian dimasak kari kayak begini. Selamat mencoba..!!! [sa.95] J.Pattiasina

2 comments :

ello aristhosiyoga said...

sageru dna bia sageru, jadi bingung tadi. untunglah makanan bukan minuman memanukkan.

maaf saya baru bisa mengunjunngi anda. minta twitternya dong, Mas.

regards,
Ello A.

follow my twitter: @elloaris

Jimmy Pattiasina said...

Terima Kasih saudara Ello...
Sudah mampir dan berkomentar di blog saya tentang bia sageru VS minuman sageru... hehehehehe

Follow me ; @JPattia

Post a Comment

Dengan Senang Hati Beta Menanti Basuara Sudara-Sudara.

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!