TRADISI BALOBE

Dasar-dasar alasan dari tradis Balobe, hampir mirip dengan tradisi Bameti. Jadi tradisi Balobe adalah kegiatan bameti yang di lakukan pada malam hari. Namun yang membedakan Balobe dan Bameti adalah Bameti pada siang hari sedangkan Balobe pada malam hari.

Juga di satu sisi yang lain, untuk Bameti ada beragam jenis kegiatan pencahariannya, sementara otrang-orang yang melakukan Balobe lebih fokus untuk mencari Ikan dan Gurita. Namun tidak menutup kemungkinan mereka menemukan jenis yang lain selain Ikan dan Gurita, juga mereka akan berupaya untuk bisa menangkapnya atau mengambilnya.

Biasanya dalam melakukan suatu bentuk kebiasaan yang sudah turun temurun ini, alat yang di pergunakan adalah  Parang (pedang), Kalawai (sejenis tombak, yang bermata 2-5), Kurkunci (adalah besi kecil yang di tajamkan ujungnya dan memakai taji/sanggi-sanggi yang sengaja di buat sebagai alat pelengkap Kalawai, yang kemudian akan di pakai pada posisi tertentu, ketika fungsi dari Kalawai tidak terlalu maksimal). Dan tentunya memakai lampu petromax atau obor (untuk jaman tradisional), juga alat penampung ikan, yaitu bakul dari anyaman bambu..

Balobe seringkali memberikan jaminan penghasilan yang memuaskan ketimbagng Bemeti di siang hari, sebab pada malam hari ikan atau Gurita terkesan jinak tinggal di potong atau di tikam memakai Kalawai atau Kurkunci. [S.A.95] J.Pattiasina

0 comments :

Post a Comment

Dengan Senang Hati Beta Menanti Basuara Sudara-Sudara.

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!