BAHASA TANAH :
Kepeng intan e
Kepeng ulawano
Tuluyana hei hosu hesi lapehe
Oulapa iwano hiti hatia basudara e
BAHASA AMBON HARI-HARI :
Kepeng ada banya itu
Bali ikang Silapa basar-basar
Par kasih makang basudara.
TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :
Uang ada banyak itu
Beli ikan silapa (nama salah satu jenis ikan dalam bahasa ambon hari-hari, yang bentuknya agak besar dan enak dagingnya jika dimasak dalam segala jenis masakan) besar-besar
Par kasih makan saudara.
Keterangan :
KAPATA ini berasal dari negeri Ullath di Pulau Saparua (Maluku Tengah). [sa.95]J.Pattiasina
» Read More...
LEASE BETA
BETA BERDIRI DIATAS BATU KARANG SARANG KAPITANG
LEASE BETA
BETA BERDIRI DI PANTAI WAISISIL, PANTAI ABUBU, JUGA DI PANTAI HARUKU
LEASE BETA
BETA BERDIRI IKAT BERANG DI KEPALA
LEASE BETA
BETA BERDIRI DI HARI INI DENGAN SADAR
LEASE BETA
BETA BERDIRI DI KOTA-KOTA MATI PENUH KERIKIL
LEASE BETA
BETA BERDIRI DI DUNIA GELAP ADA SALING DORONG DAN TENDANG MUKA KAKI
LEASE BETA
BETA BERDIRI TERLALU TINGGI AKHIRNYA JATUH KARNA KETINGGIAN DAN TIDAK SEIMBANG
LEASE BETA
BETA BERDIRI, BERDIRI, DAN BERDIRI DISINI
LEASE BETA
BETA BERDIRI MENANTI JAWAB
LEASE BETA
BETA BERDIRI, ALE BERDIRI, BERI JAWABAN. [SA.95. J.Pattiasina]
» Read More...
BAHASA TANAH :
Dunia esa e, rael-rael o
Manusia kai matahitua mane e
Honusu bumbure pawaiya rupa manis e
BAHASA AMBON HARI-HARI :
Dunia bagus ini, ada hidop jang tingkai jang sombong
Sebab kalau mati, bumbungang tutup kubur, ilang rupa manis.
TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :
Dunia indah ini, semasih hidup jangan bersungut-sungut/belagu, jangan angkuh.
Sebab kalau meninggal dunia, atap makam tertutup hilang wajah manis.
Keterangan :
KAPATA ini berasal dari Negeri Ullath di Pulau Saparua.[sa.95]J.Pattiasina
» Read More...
Negeri Ullath adalah salah satu negeri adat di pulau Saparua, dan sudah terkenal dalam catatan besar sejarah Maluku secara umumnya. Salah satunya, negeri Ullath tercatat dalam sejarah kekristenan di Maluku, sebagai negeri pertama yang menerima injil di pulau Saparua, pada tahun 1630; dan disusul kemudian oleh negeri Booi. Sedikit gambaran tentang negeri Ullath menjadi pengantar bagi anda sekalian kiranya dapat menambah pengetahuan sejarah anda sekalian.
Lama juga saya meninggalkan waktu blogging saya, namun kali ini saya kembali lagi dengan sebuah postingan yang mengangkat tentang salah satu tradisi adat di negeri Ullath, yaitu Tradisi Adat Upu yang secara kebetulan baru terlaksana pada hari jumat, 25 Pebruari 2011; di negeri Ullath. dan secara kebetulan juga saya turut menyaksikan tradisi tersebut.
» Read More...
baterek jang baterek jang
baterek
beta baterek ale ale baterek beta
baterek
ale beta baterek baterek beta ale
baterek
Terjemahan Bahasa INDONESIA
ganggu jangan ganggu jangan
ganggu
aku ganggu kamu kamu ganggu aku
ganggu
kamu aku ganggu ganggu aku
ganggu. [sa.95]J.Pattiasina
» Read More...
Pulang Kampong atau di kenal dalam bahasa Indonesia baku yaitu "Mudik" bukanlah hal yang lazim dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Jika di tahun 2010 ini menjelang Hari Natal dan tahun baru 2011, terlihat di pelabuhan Tulehu (Kabupaten Maluku Tengah) sebagai pusat pelabuhan penyeberangan menuju pulau Lease (Pulau Haruku, Pulau Saparua, dan Pulau Nusalaut), menampilkan fenomena yang lazim seperti yang terjadi di 2 tahun terakhir ini; yakni di tahun 2007 sampai dengan tahun 2010. Yaitu peningkatan arus mudik (atau orang-orang/basudara yang pulang kampong) yang cukup tinggi dari pada biasanya.
Hal ini di pengaruhi dengan adanya even Natal BAHARI atau Natal sedunia, yang secara bergantian di gelar oleh negeri-negeri yang ada di Lease. Sebagai salah satu even di tingkat negeri, untuk membangun kembali rasa solidaritas sebagai satu persekutuan anak negeri yang berada di seluruh pelosok dunia. Sehingga anak-anak dari negeri yang menggelarkan acara natal BAHARI tersebut, akan kembali pulang kampong untuk berkumpul di negeri Porto (Natal Bahari tahun 2008) sebagai asal mereka, atau di negeri Ullath (Natal Bahari tahun 2009), atau di negeri Itawaka dan di Negeri Titawai (Natal Bahari 2010).
Fenomena Natal Bahari atau Natal Sedunia ini telah menjadi trand baru dan sangat mungkin menjadi tradisi baru pula di daratan pulau Lease yang telah di mulai pada tahun 2007, yaitu yang terjadi di salah satu negeri di Pulau Nusalaut. Dimana even yang mengkonsolidasikan antara manusia lintas budaya (mereka yang telah bertahun-tahun merantau, atau bahkan yang telah menetap dalam beberapa generasi di tanah perantauan), dapat kembali pulang ke tanah asal mereka (bapa/mama/leluhur mereka) yaitu di pulau Lease. Entah itu di salah satu negeri pulau Saparua, pulau Haruku, atau di pulau Nusalaut.
Yang pasti berkumpulnya anak cucu satu negeri yang merayakan Natal Bahari itu, mulai berdatangan dari seluruh pelosok Nusantara Indonesia, sebut saja dari Sabang sampai Marauke. Tetapi yang menarik justru tidak sedikit yang datang dari manca negara, seperti dari anak cucu yang bermukim di negara Amerika, negara Australia, dan lebih lagi dari negara Belanda. Demikian sekilas catatan beta tentang Natal Bahari dengan dinamikanya yang unik, yaitu yang terjadi di pulau Lease dapat beta posting untuk di ketahui oleh saudara/i semua.[SA.95]J.Pattiasina
» Read More...
Bajalang pardidu maar pung tujuan,
seng sadiki orang nganga sabalah mata.
Biking beta, mau ini deng itu handeke pusing 7 kaliling, taputar macang apiong.
sabang hari... rasa bosan ulang paleu bagitu jua
sabang hari... rasa mau lari kastinggal hidop, yang tarus tetap di tampa
sabang hari....lipa tangang deng tikang lutu par basuara
cari hidop memang seng gampang uanau e.
Mama... beta seng janji..
Tata.... percaya beta...
Kal nanti akang datang...
Mata, jaga biking beta tarus tarukira par lia basudara.
Talinga, jaga biking beta salalu tarutalingang par dengar dong samua.
Tangang, kal bisa sabala kiri su kaseh, tangang kanan jang tau lai kio..!!
Hati, jaga salalu kase inga beta, harus hati-hati supaya jang tinggi hati kalo beta sudapa hidop. [SA.95]J.Pattiasina
» Read More...