Natal Bahari

Pulang Kampong atau di kenal dalam bahasa Indonesia baku yaitu "Mudik" bukanlah hal yang lazim dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Jika di tahun 2010 ini menjelang Hari Natal dan tahun baru 2011, terlihat di pelabuhan Tulehu (Kabupaten Maluku Tengah) sebagai pusat pelabuhan penyeberangan menuju pulau Lease (Pulau Haruku, Pulau Saparua, dan Pulau Nusalaut), menampilkan fenomena yang lazim seperti yang terjadi di 2 tahun terakhir ini; yakni di tahun 2007 sampai dengan tahun 2010. Yaitu peningkatan arus mudik (atau orang-orang/basudara yang pulang kampong) yang cukup tinggi dari pada biasanya. 


Hal ini di pengaruhi dengan adanya even Natal BAHARI atau  Natal sedunia, yang secara bergantian di gelar oleh negeri-negeri yang ada di Lease. Sebagai salah satu even di tingkat negeri, untuk membangun kembali rasa solidaritas sebagai satu persekutuan anak negeri yang berada di seluruh pelosok dunia. Sehingga anak-anak dari negeri yang menggelarkan acara natal BAHARI tersebut, akan kembali pulang kampong untuk berkumpul di negeri Porto (Natal Bahari tahun 2008) sebagai asal mereka, atau di negeri Ullath (Natal Bahari tahun 2009), atau di negeri Itawaka dan di Negeri Titawai (Natal Bahari 2010).

Fenomena Natal Bahari atau Natal Sedunia ini telah menjadi trand baru dan sangat mungkin menjadi tradisi baru pula di daratan pulau Lease yang telah di mulai pada tahun 2007, yaitu yang terjadi di salah satu negeri di Pulau Nusalaut. Dimana even yang mengkonsolidasikan antara manusia lintas budaya (mereka yang telah bertahun-tahun merantau, atau bahkan yang telah menetap dalam beberapa generasi di tanah perantauan), dapat kembali pulang ke tanah asal mereka (bapa/mama/leluhur mereka) yaitu di pulau Lease. Entah itu di salah satu negeri pulau Saparua, pulau Haruku, atau di pulau Nusalaut.

Yang pasti berkumpulnya anak cucu satu negeri yang merayakan Natal Bahari itu, mulai berdatangan dari seluruh pelosok Nusantara Indonesia, sebut saja dari Sabang sampai Marauke. Tetapi yang menarik justru tidak sedikit yang datang dari manca negara, seperti dari anak cucu yang bermukim di negara Amerika, negara Australia, dan lebih lagi dari negara Belanda. Demikian sekilas catatan beta tentang Natal Bahari dengan dinamikanya yang unik, yaitu yang terjadi di pulau Lease dapat beta posting untuk di ketahui oleh saudara/i semua.[SA.95]J.Pattiasina

2 comments :

indobrad said...

wah saya baru pertama kali mendengar adanya event Natal Bahari ini. Mungkin Anda bisa posting foto2nya juga?

Salam kenal dari sesama anggota MBC. Ayo update lagi tulisannya. Ditunggu juga kunjungan baliknya :D

Jimmy Pattiasina said...

Dangke banya2 su singgaa di beta pung kintal ni... iya nanti beta upayakan upload foto2 dari acara ini. tapi mungkin seng di kintal ini. maar di kintal sabala :

http://malukulease-blitz.blogspot.com/

sudah baca tradisi tanpa garam versi terbaru? karena beta su edit posting itu baru.

Post a Comment

Dengan Senang Hati Beta Menanti Basuara Sudara-Sudara.

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!