Tradisi Na'has

Ini adalah posting pertama di tahun 2013 dari beta bagi pembaca setia; tentang salah satu tradisi masyarakat Maluku. Tradisi ini beragam sebutannya, ada yang menyebutnya "Na'has" tetapi ada pula menamakannya "Nanaku", dan di Maluku Utara, Maluku Tenggara, atau di daerah lainnya memiliki sebutan yang berbeda juga. Tetapi tradisi yang beta namakan pada judul posting ini yaitu TRADISI NA'HAS, pada prakteknya memiliki kesamaan substansial.

Yaitu bagi mereka (yang masih mempercayai Tradisi Na'has ini) untuk menentukan atau menandai dalam hitungan-hitungan waktu tertentu sebelum melakukan sesuatu pekerjaan, perjalanan, atau kegiatan; berdasarkan pada kalender waktu yang telah mereka dapatkan dari generasi terdahulunya. Sehingga biasanya untuk sebagian masyarakat di negeri-negeri Salam maupun Sarane yang ada di Maluku Tengah, atau yang ada di Maluku Utara, Maluku Tenggara, Buru,dll sebelum seseorang membuat kebun singkong (Kabong Kasbi) misalkan, mereka harus menyesuaikan pada waktu yang ada pada kalender Na'has; sebelum segala sesuatu dikerjakan.
Atau juga sebelum melakukan perburuan terhadap binatang di hutan, mereka melakukan Na'has terlebih dahulu, sesuai hitungan-hitungan perputaran Bulan yang mengelilingi Bumi, atau berdasarkan pada kalender waktu lainnya yang turut mempengaruhi cara intuisi mereka. Tradisi Na'has juga, masih di pergunakan oleh sebagian masyarakat Maluku juga untuk di pakai sebelum melangsungkan acara pernikahan, membangun sebuah rumah, dan lain sebagainya.

Spesial bagi seluruh pembaca setia blog beta TRADISI MALUKU berikut ini salah satu contoh kalender waktu yang beta temukan dari masyarakat Maluku Tengah dan berisikan tentang waktu-waktu yang baik, atau waktu-waktu yang tidak baik pada setiap hari yang kita jalani. Sehingga kalender waktu ini dipercaya sebagai salah satu panduan mereka melakukan segala sesuatu, jika mereka diperhadapkan dengan pertimbangan-pertimbangan resiko.

  • HARI JUMAT  =  Jam Raja (6,7,3,4). Jam Dusta (8,9,5,4). Jam Mati (10). Jam Baik (11,12). Jam Ricu/Rusuh (1,2).
  • HARI SABTU   =   Jam Raja (1,2,4,5). Jam Dusta (6,7,3). Jam Mati (8). Jam Baik (9.10). Jam Ricu/Rusuh (11,12).
  • HARI AHAD    =   Jam Raja (11,12,3,4). Jam Dusta (5,1,2). Jam Mati (6). Jam Baik (7,8). Jam Ricu/Rusuh (9,10).
  • HARI SENIN    =   Jam Raja  (10,11,1,2). Jam Dusta (3,4,12). Jam Mati (5). Jam Baik (6,7). Jam Ricu/Rusuh (8,9).
  • HARI SELASA = Jam Raja  (8,9,11,12). Jam Dusta (1,2,10). Jam Mati (3). Jam Baik (4,5). Jam Ricu/Rusuh (6,7).
  • HARI RABU     =  Jam Raja  (6,7,9,10). Jam Dusta (8,10,11). Jam Mati (1). Jam Baik (2,3). Jam Ricu/Rusuh (4,5).
  • HARI KAMIS   =  Jam Raja (7,8,4,5). Jam Dusta (9,10,6). Jam Mati (3). Jam Baik (1,2). Jam Ricu/Rusuh (11,12).
Dari kalender waktu yang beta tulis diatas, adalah sebuah bukti bahwa tradisi ini masih terus dipraktekan hingga saat ini, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan mereka. Semoga bermanfaat bagi anda sekalian, tetapi satu hal yang pasti bahwa kekayaan tradisi dan budaya Maluku patut diberikan apresiasi. [S95. JPattia] 






0 comments :

Post a Comment

Dengan Senang Hati Beta Menanti Basuara Sudara-Sudara.

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!