Optimisme; "Salam Sarane di Maluku"

Tak diragukan lagi kekuatan hidup orang basudara sebagai dasar perekat dalam setiap bangunan Tradisi dan Budaya di dalam konteks orang Maluku, terus menampilkan beragam cerita hebat, meskipun bagi mereka yang mengalaminya hanya sebagai cerita yang sederhana.

Mulai dari pengalaman pribadi, komunitas, dan bahkan pengalaman antar negeri di Maluku seakan terus menuju pada suatu tujuan yang sama hingga di tahun 2014 ini, setelah pernah mengalami pengalaman pahit di tahun awal 1999. Tetapi seakan semua manusia Maluku punya cara yang spesial untuk menciptakan dan memperbaharui relasi antar hidup orang basudara (dalam hal ini, antara suku dan agama) maka ada sekian banyak kisah yang dapat terekam dalam tulisan atau lewat media lainnya, dan kemudian menjadi referensi berharga bagi orang lain untuk mencari inspirasi, salah satunya bagi para pencita damai di belahan dunia ini.

Tak sengaja kemarin, kemarin ketika saya membuka akun facebook saya, ada suatu cerita menarik namun dikemas begitu sederhana dalam gaya bahasa apa adanya, seakan melaporkan secara terperinci kenyataan yang saat itu terjadi di daerah Maluku Utara, tempat dimana salah seorang teman saya

Benli Pattiheuwean yang melakukan kegiatan Vikariat dari Gereja Protestan Maluku di Jemaat Falabisahaya, mengungkapkan sebuah pengalaman berharga pada saat itu, dan begini penuturannya di dalam akun Facebook pribadinya:





Moment tak terlupakan : saya sedang mengajar Agama Kristen di kelas 2 SMA, saya ajukan pertanyaan untuk seorang murid, dia tak mnjawab bahkan menundukan kepala, saya "agak memaksa" dia untuk menjawab! Siswa yg laen berucap : "bapak, dia Muslim". Sontak saya kaget bercampur rasa berslah! Di akhir jam pelajaran, ternyata siswa Muslim itu yang kemudian saya tahu namanya Sofyan, dijadwalkan memimpin doa! Doa secara Muslim! Di dalam doanya, ia mendoakan saya, termasuk proses vikaris yang sementara saya jalani! Thanks Sofyan

Demikian cerita menginspirasikan ini saya abadikan, dan sebanyak mungkin kisah nyata seperti ini akan saya upayakan posting di Blog Tradisi Maluku, yang bukan hanya sebagai bumbu penyedap cerita hidup orang basudara di Maluku, tetapi jauh dari pada itu, akan menampilkan rasa solidaritas bersama dari orang Maluku untuk menantap masa depan yang cerah bagi generasi penerusnya.


Semoga Bermanfaat.

0 comments :

Post a Comment

Dengan Senang Hati Beta Menanti Basuara Sudara-Sudara.

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!