Tradisi Badendang Rotang di Booi


Ada yang menarik dalam masa liburan Natal dan Tahun baru 2012 kemarin, di negeri Booi (kampung halaman saya), kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Yang menarik adalah, dan hendak saya share kali ini, yaitu tentang sebuah "tradisi badendang rotan" yang terjadi di Booi kala itu.
Tradisi ini memang sudah terlaksana secara turun temurun, sebagai suatu acara hiburan negeri pada satu sisi, dan pada sisi lainnya "tradisi badendang rotan" di negeri Booi memungkinkan tertampung didalamnya pula nilai-nilai solidaritas ala orang Booi yang diekspresikan lewat tradisi tersebut.
Sebenarnya, jika dicermati secara historisnya "tradisi badendang rotan" di Booi, adalah penggabungan dua buah tradisi. Yaitu "tradisi badendang" dan "tradisi hela rotan" yang sering terjadi dalam tatanan hidup orang Maluku secara umumnya, dan masyarakat Maluku Tengah pada khususnya (sebab banyak memiliki latar belakang budaya yang hampir mirip, antara satu negeri dengan negeri yang lainnya).
Tradisi badendang layaknya dilakukan oleh Masyarakat Maluku pada umumnya, yaitu ketika menyambut Natal, Idul Fitri, Lantik Raja, Cuci Negeri, Tahun baru, ataupun acara-acara adat/seremonial tertentu yang melibatkan seluruh perhatian masyarakat negeri tertentu. Meskipun dalam prakteknya "tradisi badendang" disetiap negeri dipraktekkan dengan ciri khas masing-masing.

Sementara "tradisi hela rotang" ini murni sebuah pertandingan yang mirip dengan "tarik tambang" ala orang Maluku. Sebab tambangnya terbuat dari rotan yang dianyam. Dan diarahkan dengan sebuah/beberapa tifa sebagai pengatur jalananya pertandingan tersebut.
Kembali lagi ke "tradisi badendang rotan" ala orang Booi sebagai penggabungan dari dua buah tradisi diatas, menjadikan tradisi tersebut mengekspresikan nilai yang baru dan orisinal milik orang Booi, dan fakta ini sudah berjalan turun-temurun.

» Read More...

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!