Lebih dari sekedar tanda; "TRAP-TRAP"

Mengungkapkan sesuatu yang berarti dari masyarakat negeri Booi, maka dalam posting kali ini saya menampilkan bagi pembaca blog BB, suatu mahakarya dari suatu kelompok masyarakat Maluku yang menata negerinya dengan "trap-trap" (Undak-undak) yang telah terkenal semenjak dahulu di pulau Saparua.


Keunikan negeri Booi, sesungguhnya terletak pada trap-trap, yang tertata rapi bukan hanya pada ruas jalan rayanya saja, tetapi ada di seluruh jalan-jalan setapak yang saling terhubung. Bagi yang belum pernah berkunjung di negeri Booi, beta mencoba memberikan referensi bagi anda sekalian, bahwa pada ruas jalan utama di negeri Booi ada 536 (lima ratus tiga puluh enam) buah trap-trap (undak-undak), yang akan anda temukan.  Mulai dari anda memasuki negeri Booi, sampai anda tiba di ujung negeri Booi bagian pantai.

» Read More...

Ada perigi "MAS" di Booi

             Berbicara "perigi" (sumur), dimana-mana punya bentuk yang sama. Dan fungsi dibangun atau digali sebuah perigi juga punya fungsi yang sama pula. Yaitu sebagai tempat menimbah air, untuk kebutuhan minum atau juga mencuci bagi manusia.

         Kali ini saya ingin memperkenalkan sebuah tradisi di Maluku (Lihat; Maluku Tengah, dan sebagai contohnya di negeri Booi), yang hampir dimiliki oleh semua lapisan masyarakat di Maluku (yaitu setiap masyarakat yang berada di negeri-negeri di pulau Lease). Berangkat dari posting saya kali yang melihat ada keunikan dari perigi (sumur), dan di semua negeri di pulau Lease, tentunya memiliki lebih dari satu perigi (sumur), sehingga untuk menandai setiap perigi tersebut, masyarakat setempat kemudian memberikan nama atasnya.

» Read More...

Video Profile Negeri Booi

Isi Kamboti

Google+ Pung

Tampa Kaki

Selamat datang di blog TRADISI MALUKU.. Semoga bermanfaat bagi anda!!